"Berhenti Sejenak"
Dahulu kala, seorang lelaki yang memiliki fisik kuat melamar pekerjaan ke sebuah pabrik pengolahan kayu. Ia diterima sebagai tukang pembelah kayu dan mendapatkan bayaran sesuai keinginan. Ia pun sangat bergembira dan bersemangat, karena bayaran yang didapatkan cukup besar dan sangat berarti baginya.
Pimpinan pabrik memberi ia gergaji dan menunjukkan batang kayu yang harus dibelah. Pada hari pertama bekerja ia bisa membelah 21 batang kayu.
"Hebat ! Kamu mampu membelah 21 batang kayu. Jika kamu bisa mempertahankan, nanti di akhir pekan kamu akan mendapatkan bonus," kata pimpinan.
Mendengar janji bonus, lelaki itu semakin bersemangat bekerja. Namun pada hari kedua kerja, ia hanya bisa membelah 19 batang kayu.
Hari ketiga ia berusaha semakin keras, namun hanya bisa membelah 17 batang. Hari keempat prestasinya turun lagi, ia hanya mampu membelah 15 batang. Hari demi hari semakin sedikit batang kayu yang bisa ia belah.
“Mengapa aku bisa kehilangan prestasi? Padahal tubuhku sangat kuat,” pikir pembelah kayu.
Ia pun menemui pimpinan dan meminta maaf atas kinerjanya yang semakin menurun. Ia tidak tahu apa yang terjadi.
“Kapan terakhir kali kamu mengasah gergajimu?” tanya pimpinan.
“Mengasah gergaji? Saya tak punya waktu untuk mengasah kapak. Saya sibuk membalah kayu dan tidak berpikir untuk mengasahnya....”
“Berhentilah sejenak. Asah gergajimu, dan kamu nanti akan mendapatkan hasil yang semakin baik”, kata pimpinan.
Kisah di atas memang sangat inspiratif. Jebakan rutinitas bisa membuat kita kehilangan kemampuan berprestasi.
Bekerja membelah batang-batang kayu membuat jenuh, gergaji menjadi tumpul, dan prestasi kerja pun cenderung menurun.
Maka harus ada waktu untuk berhenti sejenak, mengasah gergaji, istirahat dari rutinititas, dan mengumnpulkan kembali semangat serta tenaga.
Kita semua memerlukan jeda, untuk merenung, berpikir, berkontemplasi, dan mengambil energi baru dalam kehidupan.
Jika tidak menyempatkan waktu untuk mengasah "gergaji" kita, justru akan membuat kita menjadi tumpul, jenuh dan kehilangan kemampuan untuk mengukir prestasimu..
No comments:
Post a Comment