Sunday, April 24, 2016

"Amar Ma’ruf Nahi Munkar"

Sebagian orang-orang shalih dari kalangan salaf berkata, “Orang-orang yang mencintai Allah memandang dengan cahaya Allah. Mereka bersikap lemah lembut terhadap para pelaku maksiat, meskipun pada dasarnya mereka membenci perilaku orang-orang yang bermaksiat. Akan tetapi mereka tetap mengasihi mereka dalam rangka membantu mereka untuk menjauhi perbuatan dosa dengan memberikan nasihat dan mengasihi jasad mereka agar tidak dibakar oleh api neraka.”

Saudaraku, demikianlah keadaan orang-orang mukmin. Di satu sisi dia dituntut untuk marah ketika terjadi pelanggaran terhadap larangan-larangan Allah dan tidak diindahkannya perintah-perintah-Nya dan di sisi lain dia pun dituntut untuk memberikan nasihat kepada saudara muslimnya yang sedang terjatuh dalam kemaksiatan. Maka arahan di atas adalah cara mengkompromikan dua sikap yang seolah-olah bertentangan tersebut. Kita wajib marah kepada perbuatan maksiatnya dan marah sebatas kemaksiatan yang dilakukan dan kita tetap wajib mencintainya sebagai seorang muslim yang berhak mendapatkan kecintaan dari saudaranya yang lain. Allah dan Rasul-Nya menetapkan bahwa antara seorang muslim dengan muslim yang lain wajib saling mencintai dan saling memberi nasihat. Dengan demikian amar ma’ruf nahi munkar yang dilakukan tegak di atas dasar kasih sayang dan cinta-mencintai.

Marâji’: Al-Atqiyâ’ Al-Akhfiyâ’

بَارَكَ اللهُ فِيْك

No comments:

Post a Comment